Komunikasi dalam Manajemen Sekolah


Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan individu maupun kelompok lain disekitarnya. Salah satu syarat interaksi adalah adanya  komunikasi. Dengan komunikasi maka antara satu individu dengan individu atau kelompok lain akan mengetahui maksud yang hendak disampaikan, kemudian akan mendapatkan reaksi. Dengan demikian maka tidak dapat dipungkiri bahwa peran lomunikasi menjadi sengat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terwujud misal pada organisasi atau institusi yang terbentuk dalam masyarakat melalui komunikasi.

Dalam dunia pendidikan peran komunikasi menjadi sangat penting. Tanpa adanya komunikasi maka sistem pendidikan dalam sebuah negara tidak akan berjalan dengan baik sehingga akan merusak sistem yang lain. Komunikasi di dunia pendidikan terjadi dalam setiap posisi yang diduduki seseorang dari mulai tingkat kementrian pendidikan hingga pengajar dan staf-stafnya dalam sekolah. Bahkan kalau kita lihat kebelakang munculnya perilaku pendidikan terjadi dengan adanya komunikasi.

Institusi pendidikan atau dalam hak ini sekolah juga memerlukan komunikasi dalam manajemennya. Komunikasi tersebut bisa bersifat intern maupun ekstern. Kedua ko,umikasi tersebut sangat menentukan kelancaran, kemudahan dan kenyamanan dalam melaksanakan tugas masing-masing koponen sekolah. 

  1. A.    Pengertian Komunikasi Menurut para Ahli
    1. D.B. Curtis, 1992 komunikasi adalah kemampuan mengirimkan pesan dengan jelas, manusiawi, efisien dan menerima pesan secara akurat.
    2. J.A Devito komunikasi merupakan suatu tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.
    3. Wibowo mengatakan bahwa komunkasi merupakan aktifitas menyampaikan apa yang ada dipikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan yang ingin kita sampaikan pada orang lain. Atau sebagai seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan.

  1. A.    Macam-Macam Komunikasi
    1. Komunikasi menurut cara penyampaiannya

1.Komunikasi lisan ;  Secara langsung melalui dialog

2.Komunikasi tertulis : Misal melalui surat, gambar dan grafik

  1. Komunikasi menurut kelangsungannya
    1. Komunikasi langsung
    2. Komunikasi tidak langsung
    3. Komunikasi menurut perilaku
      1. Komunikasi formal : Komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi atau institusi, yang tata caranya telah diatur dalam stuktur organisasi tersebut.
      2. Komunikasi informal : Komunikasi dalam organisasi yang tidak ditentukan secara resmi oleh organisasi tersebut.
      3. Komunikasi non-formal : Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan.
      4. Komunikasi menurut maksud komunikasi
        1. Berpidato
        2. Memberi ceramah
        3. Memberi prasaran
        4. Wawancara
        5. Member tugas atau perintah
      5. Komunikasi menurut ruang lingkup
        1. Komunikasi internal : Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi yang terjadi diantara anggota organisasi tersebut saja.
        2. Komunikasi eksternal : Komunikasi yang berlangsung antara organisasi dengan pihak masyarakat yang ada diluar organisasi atau perusahaan tersebut.
  1. B.     Komunikasi dalam Manajemen Sekolah
    1. Komunikasi intern

Dalam pelaksanaan manajemen sekolah, pengembangan komunikasi antar personil yang sehat harus senantiasa dikembangkan. Komunikasi intern yang terbina dengan baik akan memberikan kemudahan dan keringanan dalam pelaksanaan serta memecahkan persoalan sekolah.

  1. Pengertian,tujuan, dan manfaat, komunikasi intern

Manajemen dilihat dari kegiatan orang-orangnya berarti kerjasama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Komunikasi yang baik antara berbagai personil tersebut harus dikembangkan sedemikian rupa untuk mencapai hasil seoptimal mungkin. Kuraang komunikasi akan mengakibatkan kurangnya hasil yang dapat diwujudkan, bahkan kegagalan pencapaian tujuan. Kepala sekolah mempunyai kewajiban untuk membina komunikasi intern dengan sebaik-baiknya agar para guru mampu bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. Komunikasi intern sangat dirasakan manfaatnya, terutama oleh seorang pemula yang baru memasuki satu dunia tersendiri seperti sekolah. Bnyak masalah yang perlu didiskusikan bersama, misalnya masalah pengajaran, model mengajar yang baru, pendapatan baru, teknik evaluasi dll. Kesemuanya itu perlu adanya diskusi antar teman untuk menyaranakan langkah dalam mencapai tujuan sehingga efektif dan efisien.

  1. Prinsip Komunikasi

Hubungan yang ada di sekolah antara lain adalah hubungan pribadi, hubungan kedinasan, dan hubungan keprofesional. Komunikasi interen dapat diikat oleh ikatan professional, yakni “ tats karma” sesuai dengan kode etik guru. Kepala sekolah sebaiknya bertingkah laku dengan menggunakan prinsip dewasa dan harus menganggap guru bukan sebagai pembantu tetapi sebagai partner (mitra) dalam kelompok. Untuk kepentingan itu kepala sekolah perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. Bersikap terbuka, tidak memaksakan kehendak, tidak bertindak sebagai fasilitator yang mendorong suasana demokratif dan kekeluargaan.
  2. Mendorong untuk mau dan mampu mengemukakan pendapatnya dalam memecahkan masalah dan mendorong supaya guru mau melaksanakan aktivitas dan mau berkreativitas.
  3. Mengembangkan kebiasaan untuk berdiskusi secara terbuka dan mendengarkan pendapat orang lain.
  4. Mendorong para guru dan pegawai untuk mengambil keputusan yang terbaik dan menanti keputusan itu.
  5. Berlaku sebagai pengarah, pengatur pembicaraan, perantara, dan pengambil kesimpulan secara redaksional.
  6. Komuunikasi Ekstern

Komunikasi ekstern meliputi hubungan sekolah dengan masyarakat, sekolah dengan orang tua siswa, baik secara individual maupun secara lembaga.

  1. Hubungan Sekolah dengan Orang Tua Siswa

Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara, diantaranya adanya kesamaan tanggungjawab dan adanya kesamaan tujuan.

  1. Tujuan hubungan sekolah dengan orang tua siswa

a)      Saling membantu dan saling mengisi, dengan memahami kekurangan dan kelemahan anak, sehingga mereka dapat saling membinanya.

b)      Bantuan uang dan barang.

c)      Untuk mencegah perbuatan yang kurang baik.

d)     Bersama-sama membuat rencana yang baik untuk anak.

  1. Cara menjalin hubungan sekolah dengan orang tua

a)      Melalui dewan sekolah

Dewan sekolah merupakan suatu lembaga yang perlu dibentuk dalam rangka pelaksanaan MBS anggota dewan sekolah.

b)      Melalui BP3 yang merupakan organisasi orang tua siswa yang bertugas memberikan bantuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

c)      Melalui pertemuan penyerahan buku laporan pendidikan.

d)     Melalui ceramah ilmiah yang membahas masalah yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar siswa.

  1. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Sekolah merupakan lembaga social yang dapat dipisahkan dari masyarakat lingkungannya, begitu pun sebaliknya. Dikatakan demikian karena keduanya memiliki kepentingan, sekolah bertugas untuk mendidik, melatih dan membimbing generasi muda, sementara masyarakatnya merupakan pengguna jasa pendidikan. Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksteren yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggungjawab dan tujuan

  1. Tujuan Hubungan antar Sekolah dengan Masyarakat

Berdasarkan dimensi sekolah tujuannya adalah :

a)      Memelihara kelangsungan hidup sekolah.

b)      Meningkatan mutu pendidikan di sekolah.

c)      Memperlancar kegiatan belajar mengajar.

d)     Memperoleh bantuan dan dukungan masyarakat.

Berdasarkan dimensi masyarakat tujuannya adalah :

a)      Memajukan dan mensejahterakan masyarakat.

b)      Memperoleh masukan dari sekolah dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.

c)      Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.

d)     Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya.

  1. Bidang Kerjasama Sekolah dengan Masyarakat

Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian, olahraga, dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan.

  1. Simpulan

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa sekolah dengan masyarakat memiliki komunikasi baik secara internal maupun secara eksternal. Managemen sekolah yang baik adalah managemen yang melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaanya terutama dengan masyarakat atau lingkkungan sekitarnya. Kerjasama dapat tercipta melalui berbagai cara agar hubungan dapat tercipta dengan baik.

  1. Saran

Dalam pelaksanaan managemen sekolah harus melibatkan masyarakat. Terutama dalam hal yang berkaitan dengan siswa itu sendiri. Oleh karena itu kerjasama antara sekolah dan masyarakat harus terjalin dengan baik agar saling ketergantungan diantara kedua belah pihak dapat terpenuhi dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

  • Sutomo, dkk. 2009. Manajemen Sekolah. UNNES Pres.
  • http :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: