RASIONER BIMBINGAN DAN KONSELING BERDASARKAN TINJAUAN KONSEPTUAL ASPEK PSIKOLOGIS DAN ASPEK PENDIDIKAN

 

  1. 1.      Berdasarkan Aspek Psikologis

 

Dalam kaitannya dengan dunia pendidikan Bimbingan Konseling mempunyai peranan yang penting untuk membantu peserta didik dalam proses perkembangannya menuju kedewasaan dengan kepribadian yang kuat serta mempunyai kesadaran yang tinggi. Sehingga dengan demikian Bimbingan Konseling diharapkan mampu mewujudkan generasi yang cerdas dan berkepribadian dalam upaya pembangunan bangsa ini. Dengan kata lain Bimbingan Konseling di sekolah juga mendukung tujuan pendidikan Nasional Indonesia

Salah satu aspek dalam Bimbingan Konseling adalah aspek psikologis. Dimana Bimbingan Konseling di sekolah melihat bahwa peserta didik pada dasarnya merupakan pribadi-pribadi yang unik dengan berbagai macam karakteristiknya. Siswa sebagai individu yang dinamis dan berada dalam proses perkembangan, memiliki dinamika dan pola interaksi dengan lingkungan yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Sehingga memunculkan karakter yang berbeda antara satu dengan lainnya, serta akan terjadi perubahan perilaku sebagai hasil proses balajar.

Aspek psikologis tentunya tersebut nenimbulkan masalah psikologi terhadap masing-masing siswa sebagai individu, sehingga menuntut adanya upaya pemecahan melalui bimbingan dan konseling bagi peserta didik. Beberapa masalah tersebut antara lain:

  1. Masalah perkembangan psikologi

Setiap individu mengalami proses perkembangan yang berlangsung terus-menerus. Proses perkembangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari diri individu maupun dari luar. Dari dalam dipengaruhi oleh faktor kematangan danbawaan, sedangkan dari luar dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Bimbingan yang merupakan salah satu bentuk lingkungan harus bertanggung jawab dalam memberikan asuhan kepada peserta didik. Bimbingan dan Konseling merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam proses perkembangannya. Apalagi mengingat bahwa pada masa ini merupakan masa transisi menuju kematangan. Sehingga pelayanan bimbingan dan konseling merupakan komponen yang secara khusus dapat membantu siswa.

  1. Masalah Perbedaan Individu

Di sekolah sering kali terlihat perbedaan antara individu satu dengan yang lainnya, misalnya ada siswa yang cerdas namun ada pula siswa yang tidak disiplin dan sering terlambat.  Perbedaaan ini menuntut pelayanan yang khususnya menyangkut bahan pelajaran, metode belajar, alat-alat belajar, penilaian dll. Sering pula perbedaan ini menimbulkan masalah lain, misalnya siswa akan sulit beradaptasi dengan lingkungannya.

Dalam hal ini maka perlu menerapkan penyelesaian segara per individu pelayanan bimbingan dan konseling harus bersifat memberikan perhatian pada masing-masing individu. Aspek perbedaan individual yang perlu mendapatkan perhatian antara lain adalah kecerdasan, kecakapan, hasil belajar, minat, sikap, kebiasaan, bakat,cita-cita, latar belakang lingkungan, pola-pola perkembangan.

  1. Masalah Kebutuhan Individu

Kebutuhan merupakan dasar timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku untuk memenuhi kebutuhannya. Pada umumnya secara psikologis ada dua jenis kebutuhan, yaitu kebutuhan biologis dan sosial psikologis. Menurut Maslow kebutuhan mencakup: fisiologis, rasa aman, cinta dan dicintai, harga diri dan aktualisasi diri.

Dalam sekolah tentunya Bimbingan Konseling harus mampu memenuhi kebutuhan akan pendidikan dan memberikan pemahamannya kepada siswa. Sehingga siswa tidak akan mengalami masalah apabila mengalami kegagalan, karena siswa menjadi tahu kekurangan dan kelebihannya.

  1. Masalah Penyesuaian Diri

Dalam memenuhi kebutuhan dirinya, individu dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pada proses penyesuaian inilah banyak terdapat masalah terutama bagi diri individu sendiri. Dalam dunia pendidikan masalah itu akan membentuk tingkah laku yang siswa yang tidak diharapkan seperti bandel, rendah diri, suka mencari perhatian, membolos, mencuri, suka datang terlambat, sering berkelahi, menghina guru serta perilaku-perilaku yang lainnya.

Dalam hal ini sekolah diharapkan mampu mempermudah siswa dalam menyesuaikan diri di dalamnya. Salah satu upayanya adalah dengan bimbingan konseling. Demikian maka masalah yang muncul akan dapat segera diatasi serta menciptakan kndisi yang baik antar siswa dan lingkungan sekolahnya. Hal ini tentunya juga akan berdampak pada keberhasilan poses belajar mengajar.

  1. Masalah Belajar

Dalam proses pendidikan, kegiatan belajar mengajar merupakan perbuatan inti. Dalam perbuatan belajar ini dapat timbul berbagai masalah baik dari pengajar maupun siswa.

Sekolah mempunyai tanggung jawab yang sangat penting dalam membantu siswa agar berhasil dalam prses belajarnya. Sekolah hendaknya mampu memberikan bantuan kepada siswa yang bermasalah dalam belajarnya. Maka disinilah letaknya bahwa bimbingan konseling penting untuk mengatasi masalah ini. Apabila masalah tersebut mampu diselesaikan maka prses belajar mengajar akan berjalan dngan lancar. Sehingga antara guru dan murid akan saling memperoleh hasil yang diinginkan.

  1. 2.      Berdasarkan Aspek Pendidikan Secara Umum

Menurut kebijakan pemerintah, pendidikan merupakan sebagai suatu yang sadar untuk mengembangkan kepribadian yang berlangsung dalam seklah maupun luar sekolah, berlangsung seumur hidup. Sedangkan menurut GBHN tujuan pendidikan adalah Untuk meningkatkan ketakwaan lepada Tuhan YME, kecerdasan, ketrampilan, mempertinggi budipekerti, memperkuat kepribadian, mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangun yang dapat nenbangun dirinya sendiri  dan pembangunan bangsa.

Maka jelas bahwa tujuan utama pendidikan adalah membangun perkembangan kepribadian anak didik secara ptimal sesuai dengan ptensi masing-masing. Dalam hubungan inilah maka bimbingan konseling mempunyai peranan yang penting dalam pendidikan. Sehingga peserta didik akan berkembang segara psikologis, sosial, dan akademiknya.

Perkembangan dunia pendidikan yang terjadi secara terus menerus terutama dalam berbagai komponen sistemnya seperti strategi mengajar dan kurikulumnya, alat bantu dsb. Para siswa diharapkan mampu menyesuaikan dengan perkembangan yang ada. Proses ini tentunya memerlukan bantuan Bimbingan Konseling yang pada hakikatnya merupakan konsekuensi perkembangan pendidikan.

Peranan guru juga sangat penting yaitu bertanggung jawab dan membantu subyek didik dalam mencapai kedewasaan. Guru juga harus mampu memahami peserta didik, sistem motivasi, pribadi, kecakapan mental dan sebagainya. Selain mampu memehami siswa, guru juga harus mampu memahami dirinya sendiri. Sehingga guru akan mengaerti kekurangannya dan mampu memperbaiki kekurangan itu untuk mencapai tujuan pembelajaran.

RASIONER BIMBINGAN KONSELING BERDASARKAN TINJAUAN KNSEPTUAL ASPEK PSIKOLOGIS DAN ASPEK PENDIDIKAN SECARA UMUM

Mata Kuliah: Bimbingan Konseling

DISUSUN OLEH:

AKHMAD NURUR ROKHIM

3401409004

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2010

DAFTAR PUSTAKA

Mugiarso, Heru. 2007. Bimbingan dan Konseling. Semarang: UPT MKK UNNES

Rifa’I, Achmad dan T.A, Catharina. 2009. Psikologi Pendidikan. Semarang: UNNES PRESS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: