Agama Sebagai Kategori Sosial

 

  • Agama sebagai kategori sosial bertujuan untuk:
  • Agar penyelidik agama menanggalkan rasa takut untuk mempelajari agama.
  • Menjelaskan bahwa agama bukan termasuk kategori eksakta seperti benda fisik, metafisik, kimis atau makhluk biologis, tetapi agama hanya dari kategori non eksakta, tegasnya dari kategori sosial.
  • Supaya masalah agama dipelajari lebih ilmiah dan lebih teliti.

Dimensi empiris agama:

  • Sosiologi agama bertujuan menunjukkan hubungan metodologis antara si peneliti dengan agama sebagai sasaran penelitian
  • Agama juga sebagai peristiwa yang sedang berjalan, didukung oleh kelompok manusia, suku bangsa, bangsa dan ras yang berbeda warna kulit dan kebudayaan.
  • Agama lahir dan berkembang di tempat geografis tertentu dan tiak dapat dipisahkan dengan bangsa dan ras tertentu.

Aspek sosiologis dalam agama

  • Agama adalah bagian dari kebudayaan manusia:
  • Agama secara sosiologis merupakan suatu jenis sistem sosial yang tertentu yang dibuat oleh penganut-penganutnya.
  • Agama juga merupakan keseluruhan pola kelakuan lahir dan batin yang memungkinkan hubungan sosial antara anggota-anggota suatu masyarakat.
  • Pola kelakuan lahiriah adalah cara bertindak yang ditiru banyak orang yang berulang-ulang
  • Pola kelakuan batin adalah cara berfikir, berkemauan dan merasa yang orang banyak berulang kali.
  • Ungkapan religius perorangan: Ungkapan iman seorang pemeluk agama secara pribadi pun dilakukan menurut pola-pola tertentu.
  • Ungkapan religius kolektif : ekspresi iman yang dilakukan bersama-sama tidak dapat dipisahkan dari konteks kebudayaan bangsa.
  • Lambang-lambang keagamaan, ada tiga hal yang harus diketahui dalam perlambangan, yaitu:
    • Sesuatu rohaniah (sakral) yang hendak dijelaskan
    • Benda lambing yang dipakai untuk menjelaskan
    • Seluruh lambang keagamaan dibuat untuk membudayakan dan memanusiakan orang yang berkepentingan.

Agama sebagai institusi sosial

  • Sosiologi agama melihat agama sebagai institusi sosial, maka ia wajib memberikan penerangan yang masuk akal dengan cara sendiri mengapa suatu hal bisa terjadi.
  • Institusi religius adalah suatu bentuk organisasi yang tersusun relatif tetap atas pola-pola kelakuan dan relasi-relasi yang terarah dan mengikat individu, memiliki otoritas formal dan sanksi hukum untuk mencapai kebutuhn dasar yang berkaitan dengan duna supra-empiris.
  • Dalam skala kognitif agama ditempatkan pada nilai-nilai tertinggi di atas ilmu pengetahuan positif dan filosofis.
  • Dalam skala evaluatif nilai-nilai religius dirumuskan dalam kaidah-kaidah moral dengan jangkauan yang paling luas. Maka agama perlu diinstitusikan.

Fungsi-fungsi religius dalam agama

  • Fungsi pelayanan  sabda Tuhan: mengabarkan ajaran agama.
  • Fungsi penyucian: membagikan rahmat Tuhan melalui ritual-ritual religius.
  • Fungsi penggembalaan: umat beragama mendapatkan pimpinan dan bimbingan terarah.
  • Ketiga fungsi diatas hanya akan berjalan apabila ada institusi pengaturnya.

Semua agama, baik yang agama adat maupun agama modern selalu terwujud dalam bentuk organisasi. Ada dua bentuk organisasi agama:

a)      Organisasi agama bahari, organisasi yang ada tercampur dengan organisasi masyarakat. Maka pemimpin masyarakat juga sebagai pemimpin agama.

b)      Organisasi agama modern, terbagi menjadi organisasi urusan agama dan urusan profane.

Unsur agama yang didinstitusikan:

  1. Unsur pengajaran dan pelayanan

Terdapat dua model pengamanan ajaran agama:

  1. Mitologi: bentuk primordial dari ungkapan intelektual, kepercayaan dan tindakan keagamaan. Merupakan keterangan  tradisi dari jaman prasejarah mengenai Dewa-dewa, terutama mengenai pandangan hidup dan tradisi bangsa-bangsa bahari.
  2. Teologi rasional; merupakan proses perkembangan keagamaan manusia dari mulai pertama adalah mitos, kedua adalah antara mitos dan logos, dan yang ketiga adalah Teologi rasional. Pada Teologi rasional isi kepercayaan dirumuskan secara ketat oleh ahli agama dan untuk menjamin kemurnian ajaran iman. Teologi rasional Kristen tidak lepas dari pengaruh “kebudayaan Barat”. Berikut ini Sistematisasi Kristen Eropa:

a)      Teologi sistematik meliputi:

  • Teologi dogmatik (mengkaji dogma-dogma dan kebenaran)
  • Teologi moral (mengkaji huum geraja)
  • Hukum Gereja

b)      Teologi skolastik, menyusun secara sistematik tentang pewahyuan Kristen berdasarkan filsafat.

Max Weber yang mengkaji tentang etika Protestan menganggap bahwa Teologi rasional yang menjadi bagian dari orientasi kemanusiaan membawa pengaruh besar atas kegiatan manusia dalam masyarakat.

  1. Unsur Pimpinan dalam Agama
  • Dalam agama Bahari kepala agama juga sebagai kapala adat atau kepala Suku.
  • Dalam agama yang modern ditemukan struktur organisasi pimpinan yang lebih luas. Sebagai contoh agama Ktolik terdapat tingkatan dari mulai Paus di Roma, Pimpinan Gereja Nasional, Pimpinan keuskupan dan Paraki.
  1. Tata tertib hukum agama
  • Gereja Katholik menyadari sebagai komunitas yang memiliki kekuasaan Yuridis sosial yang mengatur dan mengikat anggotanya melalui peraturan hukum.
  • Hukum Gereja adalah keseluruhan hukum yang ditetapkan Allah dan atau Gereja untuk mengatur kehidupan anggotanya demi tercapainya tujuan yang ditetapkan Kristus.
  • Gereja juga menggunakan hukum positif Ilahisebagai fundamen yang penting. (hukum positif Ilahi: hukum yang disampaikan melalui pewahyuan).
  • Terdapat hukum umum yang universal sesuai ketetapan Paus dan hukum khusus yang berlaku untuk bagian Gereja saja.
  1. Jabatan Keagamaan
  • Setiap jabattan keagamaan mempunyai wewenang dan kewajiban yang diatur dengan ketentuan cermat. Sehingga setiap orang tahu batas dan konsekuensi yang harus dilakukan sesuai tanggung jawabnya.
  • Dalam agama Islam misalnya, ada juru dakwah, naib, modin dan sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: